Mengambil Data
Tes kebocoran DNS sangat penting saat menggunakan VPN karena tes ini memastikan bahwa kueri DNS Anda dirutekan dengan benar melalui terowongan terenkripsi milik penyedia VPN Anda, bukan bocor ke ISP atau server DNS pihak ketiga.

Kebocoran DNS terjadi ketika permintaan DNS—kueri yang dikirim perangkat Anda untuk menerjemahkan nama domain situs web menjadi alamat IP—secara tidak sengaja melewati terowongan terenkripsi VPN Anda, sehingga aktivitas penelusuran Anda terekspos kepada ISP atau pihak ketiga lainnya.

Bahaya Kebocoran DNS

Kebocoran DNS mengekspos alamat IP dan lokasi fisik Anda yang sebenarnya, sehingga menggagalkan tujuan utama VPN untuk menyamarkan identitas Anda saat online.

Kebocoran DNS dapat memungkinkan ISP atau lembaga pengawasan memantau, mencatat, atau bahkan menyensor aktivitas internet Anda meskipun sudah dilindungi VPN.

Kueri DNS yang terekspos dapat dicegat dan dimanipulasi, sehingga membuat Anda rentan terhadap pembajakan DNS, pemalsuan DNS, atau serangan man-in-the-middle.

Meskipun VPN mengenkripsi lalu lintas Anda, kebocoran DNS dapat mengungkap riwayat dan kebiasaan penelusuran Anda kepada ISP, pihak berwenang, atau pihak ketiga.
Dicintai & Dipercaya oleh Lebih dari 100 Juta Pengguna
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu kebocoran DNS?


Anggap DNS sebagai buku telepon internet Anda - setiap kali Anda mengetik alamat situs web, perangkat Anda perlu "mencari" lokasi server yang sebenarnya. Kebocoran DNS terjadi ketika pencarian ini lolos dari perlindungan VPN Anda dan langsung menuju penyedia internet Anda, bukannya melalui server aman VPN Anda.
Pada dasarnya, meskipun VPN mengenkripsi lalu lintas penelusuran Anda, ISP masih dapat melihat dengan jelas situs web mana saja yang Anda kunjungi karena permintaan DNS tersebut keluar dari terowongan. Ini seperti memiliki mobil antipeluru tetapi membiarkan jendelanya terbuka.
Apa penyebab kebocoran DNS?


Sebagian besar kebocoran DNS terjadi akibat cara sistem operasi menangani koneksi internet. Windows sangat terkenal karena hal ini - Windows memiliki fitur yang dianggap "membantu" dengan mengirimkan permintaan DNS ke beberapa server sekaligus, termasuk server ISP Anda, bahkan saat Anda terhubung ke VPN.
Terkadang masalahnya ada pada IPv6. Jika penyedia internet Anda mendukung protokol IPv6 yang lebih baru, tetapi VPN Anda hanya menangani lalu lintas IPv4, permintaan IPv6 tersebut akan lolos begitu saja dari perlindungan VPN Anda. Dalam kasus lain, penyebabnya hanyalah perangkat lunak VPN buruk yang tidak menangkap dan merutekan seluruh lalu lintas DNS Anda dengan benar.
Anda mungkin juga memiliki pengaturan DNS manual di komputer yang mengesampingkan pengaturan VPN, atau sistem Anda mungkin sekadar memprioritaskan koneksi jaringan yang salah.
Informasi apa yang dapat terekspos melalui kebocoran DNS?


ISP Anda dapat melihat setiap situs web yang Anda kunjungi, kapan Anda mengunjunginya, dan seberapa sering Anda kembali. Mereka akan mengetahui alamat IP dan lokasi asli Anda, yang sepenuhnya menggagalkan tujuan awal penggunaan VPN.
Seiring waktu, hal ini membentuk profil terperinci tentang kebiasaan penelusuran Anda. Jika Anda mencoba mengakses konten yang diblokir atau menjaga privasi, kebocoran DNS pada dasarnya mengumumkan niat Anda kepada ISP dan kemungkinan juga pihak berwenang. Bahkan aktivitas penelusuran yang tampaknya tidak berbahaya dapat menjadi masalah saat digabungkan dengan data lain untuk mengidentifikasi Anda secara pribadi.
Bagaimana cara kerja tes kebocoran DNS?


Tes kebocoran DNS sebenarnya sederhana, tetapi cerdik. Saat Anda mengunjungi halaman tes, halaman tersebut memuat beberapa sumber daya dari domain khusus yang dibuat semata-mata untuk keperluan pengujian. Ketika browser mencoba memuat sumber daya ini, browser harus mengirim permintaan DNS untuk mencari tahu lokasi domain pengujian tersebut.
Tes ini memantau server DNS mana yang merespons permintaan tersebut. Jika Anda terlindungi dengan benar oleh VPN, hanya server DNS milik penyedia VPN Anda yang seharusnya merespons. Jika Anda melihat respons dari server ISP atau lokasi lain yang tidak semestinya, berarti terjadi kebocoran.
Tes yang lebih canggih menjalankan beberapa kueri dalam jangka waktu tertentu untuk mendeteksi kebocoran sesekali yang mungkin tidak muncul dalam satu kali tes.
Apa perbedaan antara kebocoran IPv4 dan IPv6?


Kebocoran IPv4 melibatkan alamat internet tradisional yang sudah dikenal kebanyakan orang, sedangkan kebocoran IPv6 terjadi pada sistem alamat baru yang lebih panjang dan secara bertahap menggantikan IPv4.
Masalah utamanya adalah masih banyak penyedia VPN yang belum sepenuhnya mendukung IPv6. Jadi, meskipun lalu lintas IPv4 Anda terlindungi dengan sempurna, permintaan IPv6 Anda mungkin tetap dikirim langsung ke ISP. Hal ini makin umum terjadi seiring penyedia layanan internet mulai menyediakan dukungan IPv6.
Kebocoran IPv6 bahkan bisa lebih buruk bagi privasi karena alamat IPv6 terkadang memuat informasi tentang perangkat keras Anda, sehingga Anda lebih mudah dilacak di berbagai jaringan.
Bisakah kebocoran DNS terjadi tanpa VPN?


Tanpa VPN, permintaan DNS Anda biasanya memang dikirim ke ISP, jadi dalam konteks tersebut hal itu tidak bisa disebut sebagai "kebocoran". Namun, Anda mungkin tetap ingin menggunakan server DNS alternatif demi privasi.
Banyak orang mengatur layanan DNS pihak ketiga meskipun tidak menggunakan VPN untuk menghindari pemantauan oleh ISP, melewati filter konten, atau sekadar mendapatkan layanan yang lebih cepat dan andal. Hal ini sangat penting di jaringan WiFi publik karena Anda tidak dapat memercayai server DNS yang disediakan.
Manfaat privasinya memang tidak sekuat menggunakan VPN, tetapi mengganti penyedia DNS tetap dapat mengurangi pelacakan dan meningkatkan pengalaman menjelajah Anda.
Apakah alat tes kebocoran DNS gratis aman digunakan?


Sebagian besar situs tes kebocoran DNS tepercaya sepenuhnya aman digunakan. Situs tersebut tidak meminta informasi pribadi dan biasanya hanya mengungkapkan server DNS yang Anda gunakan—informasi yang pada dasarnya sudah cukup terbuka.
Namun, sebaiknya gunakan layanan pengujian yang sudah dikenal dan hindari situs yang meminta Anda mengunduh perangkat lunak atau memberikan hasil yang mencurigakan. Beberapa situs tes yang tidak tepercaya mungkin justru mengumpulkan data pengunjung atau menyebarkan malware melalui iklan.
Jika ragu, gunakan beberapa situs tes untuk memverifikasi hasil Anda. Sebaiknya gunakan alat pengujian dari perusahaan VPN yang sudah mapan atau organisasi privasi, bukan situs acak yang Anda temukan melalui mesin pencari.
Bagaimana cara mengatasi kebocoran DNS?


Solusi termudah adalah memilih VPN yang menangani perlindungan DNS secara otomatis—sebagian besar layanan VPN berkualitas kini menyertakan fitur ini. Jika Anda mengalami kebocoran, coba atur server DNS komputer secara manual agar sesuai dengan server milik penyedia VPN Anda.
Untuk masalah yang terus terjadi, Anda mungkin perlu menonaktifkan IPv6 sepenuhnya jika VPN Anda tidak mendukungnya dengan baik. Sebagian orang memilih menggunakan layanan DNS independen seperti Cloudflare (1.1.1.1) atau Quad9, meskipun cara ini tidak memberikan anonimitas yang sama seperti saat menggunakan server DNS milik VPN Anda.
Setelah melakukan perubahan, selalu bersihkan cache DNS dan jalankan tes kebocoran untuk memastikan perbaikannya berhasil. Terkadang Anda perlu memulai ulang koneksi jaringan atau bahkan menyalakan ulang komputer agar perubahan diterapkan.
Apa perbedaan antara perlindungan kebocoran DNS dan pemutus koneksi?


Perlindungan kebocoran DNS secara khusus mencegah pencarian nama domain Anda keluar dari terowongan VPN. Fitur ini selalu berjalan di latar belakang dan secara diam-diam mengalihkan permintaan DNS agar tetap aman.
Pemutus koneksi bekerja lebih drastis—fitur ini seperti rem darurat yang memutus seluruh akses internet jika koneksi VPN Anda terputus. Anggap perlindungan kebocoran DNS sebagai pencegah kebocoran privasi secara perlahan, sedangkan pemutus koneksi mencegah data Anda terekspos sepenuhnya secara tiba-tiba jika VPN gagal total.
Sebaiknya kedua fitur ini digunakan bersama-sama. Perlindungan kebocoran DNS menangani ancaman halus yang berlangsung terus-menerus, sedangkan pemutus koneksi melindungi Anda saat koneksi VPN tersendat atau gagal total.
Apa itu kebocoran WebRTC dan apa kaitannya dengan kebocoran DNS?


Kebocoran WebRTC adalah masalah yang sama sekali berbeda, tetapi sama berbahayanya bagi pengguna VPN. WebRTC adalah teknologi browser yang membantu situs web membuat koneksi langsung untuk berbagai hal seperti panggilan video, tetapi teknologi ini juga dapat mengekspos alamat IP asli Anda dengan melewati VPN sepenuhnya.
Kebocoran DNS menunjukkan situs web apa saja yang Anda kunjungi, sedangkan kebocoran WebRTC mengungkapkan lokasi Anda yang sebenarnya. Keduanya sering terjadi bersamaan sehingga menciptakan kebocoran privasi ganda. Kabar baiknya, kebocoran WebRTC lebih mudah diatasi—biasanya Anda dapat menonaktifkan WebRTC di pengaturan browser atau memasang ekstensi yang memblokir permintaan ini.